Apa yang harus aku lakukan untuk membuat kau mencintaiku… Segala upaya tlah kulakukan untukmu… Apa yang harus aku tunjukkan untuk membuat kau menyayangiku… Inilah aku yang memilih kau untukku…
Karena aku mencintaimu… Dan hatiku hanya untukmu tak akan menyerah dan takkan berhenti mencintaimu… Kuberjuang dalam hidupku untuk selalu memilikimu seumur hidupku setulus hatiku hanya untukmu…
Dulu, kalimat syair di atas pernah teragungkan dalam benak saya. Apalagi kalo temanya bukan “Jatuh Cinta”. Mati-matian naksir cowok, sampe kaya orang gila cari perhatian si doi, eeeeeehhhhh tetep aja nggak mempan alias dicuekin.
Padahal isi kepala udah penuh segala sesuatu tentang si Doi. Tiap malem kebawa mimpi eh siang-siangnya juga sama. Jadi agak berhalusinasi. Pas makan, bayangan di otak tuh lagi makan bareng si Doi trus suap-suapan. Lagi jalan, muncul bayangan lagi jalan sama si Doi lagi gandengan malu-malu kuciang gitu. Hih! Ampun deh!
Tapi…. Sekarang kalimat syair itu udah nggak laku lagi. Bagi saya, saat ini, buat apa mati-matian merhatiin seorang cowok yang ditaksir padahal dia nggak peduli sama saya. Mau pake alasan MUKZIZAT??? Bersabar sampai si Doi hatinya luluh??? Nonsense!!!!
Ingatlah kalimat saya yang terakhir ini, “jangan buang waktumu untuk orang yang tidak pernah menganggap kehadiranmu, yakinlah ada orang lain yang tak kamu sadari jauh lebih memperhatikanmu dan dialah yang lebih pantas bersamamu, karena dia yang selalu memperhatikanmu jauh lebih bisa menghargaimu…”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar